Linux Itu Tidak Sulit

0

Seperti semua hal, pada dasarnya selalu ada tingkatan untuk mengenal. Sistem operasi bukan perkecualian. Jika orang membeli komputer sekarang di Indonesia, mungkin hanya diperkenalkan oleh sistem operasi Windows saja. Bukan apa-apa, bajakan masih banyak dan pemberdayaan hukum dan kesadaran tentang hak cipta masih rendah.

Lalu pemakai Windows yang terbiasa pula menggunakan produk-produk bajakan lainnya untuk bekerja, seperti office suite, ketika disodorkan Linux, dahinya langsung berkerenyit. Linux menjadi barang aneh dan asing untuk digunakan. Sebenarnya terutama bukan soal antarmuka yang sedikit lain atau instalasinya, tapi lebih karena kesan tentang sesuatu yang rumit.

Ada yang berpendapat, Linux memang rumit, jadi hanya untuk tukang ngoprek dan yang punya banyak waktu otak-atik dan coba-coba saja. Kesan ini lebih menguat lagi, ketika disodorkan Linux distribusi tertentu, yang kebetulan memang perlu sedikit waktu untuk belajar dan membiasakan diri. Tak semua yang punya komputer atau bekerja dengannya, punya kemewahan waktu untuk menceburkan diri pada kurva pembelajaran Linux.

Padahal tak semua distribusi Linux sulit dipelajari. Pada distro-distro Linux LiveCD, kurva pembelajaran itu malah bisa dipangkas drastis. Jika hanya digunakan untuk bekerja, sekedar mengetik atau membuat presentasi, maka Linux LiveCD sudah dapat digunakan. Tidak ada prosedur instalasi sistem operasi, tidak ada proses konfigurasi, tidak perlu instalasi aplikasi tertentu, dan tidak harus membayar atau membajak. Jadi jika orang punya pendapat bahwa Linux itu sulit, tentu hanya karena orang itu belum kenal benar dengan Linux, malas belajar dan acuh tak acuh dengan urusan pembajakan karya cipta.

Apakah itu berarti Windows tak sulit? Tentu itu juga kesan saja. Dalam banyak hal Windows juga lebih sulit daripada Linux. Terutama jika dihubungkan dengan keamanan data. Bagi yang bergelut dalam dunia premrograman, berurusan dengan registry Windows, jelas bukan hal mudah. Registry Windows adalah tempat catatan konfigurasi semua program terinstalasi dan hal-hal penting dari sistem operasi. Bagi pengguna awam, jika setelah melakukan instalasi program tertentu, sulit untuk mengetahui apa saja yang sudah disalinkan pada saat instalasi ke dalam Windows kita, apa saja yang ditulis di registry, tanpa alat bantu (tool) tambahan.

Orang bisa memilih untuk menjadi masa bodoh dengan urusan itu, tapi jika sudah terhubung dengan jaringan seperti internet. Hm..., sikap itu berbahaya. Selalu ada cara bagi orang-orang jahat dari internet untuk mengorek-korek data anda. Yang sekedar iseng pun jauh lebih banyak lagi. Ancaman itu bisa berupa virus, trojan, spam, dan sebagainya. Ini soal teknis.

Hal itu tak pernah terjadi di Linux, selalu ada cara mudah untuk mengetahui apa saja yang dituliskan pada saat kita menginstalasikan sebuah program. Dan jika kita mau bersikap masa bodoh, tapi ingin tetap aman, masih ada pilihan lain, yaitu Linux LiveCD. Linux LiveCD hanya memperpendek proses belajar Linux dengan hanya tahu cara booting saja dan bahkan hanya diperlukan sebuah cd drive tanpa hardisk.

Dari total biaya kepemilikan, Linux jelas lebih unggul dari Windows. Meskipun bajakan, sebuah kantor ternyata membutuhkan sumberdaya lebih tinggi ketika semua pengguna Windows-nya yang malas terkena virus, PC-nya penuh trojan dan emailnya jadi sasaran empuk jutaan spam. Apakah di Linux tidak ada resiko seperti itu? Barangkali ada, tapi mengurusnya lebih mudah, dan ongkos yang dikeluarkan jelas jauh lebih murah. Lebih banyak alternatif yang bebas bayar di Linux? Jika puluhan komputer di sebuah kantor yang berbasis Windows tiba-tiba penuh trojan atau blue-screen, meski berlisensi, apakah anda bisa mengadu ke Microsoft soal itu? Jawabannya bisa anda cari di FAQ situs Micrososft tentang hal-hal seperti itu.

Tapi umumnya orang selalu benci dengan hal-hal yang asing. Orang tidak mudah mengubah kebiasaan. Barangkali ini adalah hukum kelembaman alam :) Jadi kalau sudah bergerak lama sulit untuk berhenti, kalau sudah berhenti lama sulit untuk bergerak, kalau sudah terbiasa membajak lama sulit menggunakan barang bukan bajakan, meskipun gratis. Dan untuk kasus Indonesia, agak sulit terlepas dari barang bajakan, karena barang bajakan tersedia murah dan mudah didapatkan. Dan yang tak kalah penting, orang Indonesia terutama, banyak yang justru tak siap dengan serbuan pilihan yang seabreg-abreg. Memilih adalah kemewahan, jadi ketika orang sudah dimiskinkan sampai sumsum darahnya, ketika tiba-tiba dihadirkan pilihan justru tak mampu bergerak membuat pilihan.

Hal-hal yang baik hanya bisa diterima mudah jika sudah diajarkan sejak dini. Maka pengenalan Linux terutama mestinya pada sekolah-sekolah dasar dan menengah. Linux bukanlah satu-satunya sistem operasi bebas bayar. Tapi ini adalah sebuah kerja luar biasa dari komunitas. Linux adalah kebersamaan. Semangat ini yang seharusnya diperkenalkan sejak dini. Adik-adik kita di sekolah dasar, tak akan protes ini dan itu, jika dari awal sudah kenal KDE/Gnome, kenal Mandriva atau Knoppix. Yang mereka tahu, kemudian adalah komputer dan sistem operasi dengan banyak kemungkinan. Selanjutnya mereka akan belajar memupuk kreatifitas dan rasa ingin tahu. Yang suka protes adalah pengguna-pengguna lama yang tua, malas belajar dan masa bodoh dengan keamanan datanya.

Sekali lagi, Linux itu tidak sulit. Kita toh tak perlu harus mengerti bagaimana cara mengkompilasi sendiri kernel dan mengatur semua detil konfigurasi mesin kita. Linux memberi banyak alternatif sesuai dengan kebutuhan. Ada banyak distribusi dan ada banyak pilihan. Jika memang perlu waktu sedikit untuk belajar menggunakannya, bukankah masih layak jika untuk kekayaan pilihan yang akan kita miliki, dengan atau tanpa membayar.

Comments

Comment viewing options

Select your preferred way to display the comments and click "Save settings" to activate your changes.

Lha iya memang bikin heran soal ini

Memang buat kita yang sadar ini perlu sabar

dan seperti saya harus meningkatkan rasa sabar sampai beberapa puluh kali rasa sabar yang biasanya saya miliki.
ketika disodori linux dengan interface dan tampilan yang sudah terbilang sangat mudah dan tidak mudah langsung mengernyitkan dahi dan masih menanya "yang windows yang mana?" saya bilang tak ada, langsung kedengaran suara decak lidah, ya masih dengan kesabaran saya tanya "emang apanya sih yang sulit?" "dimanaya yang sulit" kebanyakan mereka tidak bisa menjawabnya. padahal sebelum menggunakan linux saya sudah mulai giring pengguna ke aplikasi yang bakalan digunakan di linux. seperti Firefox kan sudah biasa di hadapi sewaktu pake windows bajakan dulu. dan x-chat sudah saya biasakan, soal kopi dan letak penyimpanan data saya rasa malah saya permudah, kalau dulu di //linux/datacenter/user/namanya harus buka My Network Place dan bla bla bla sampe ketemu. nah sekarang sudah di /datacenter/user kok maih dibilang lebih sulit?

soal akses disket langsung saja dari desktop udah kelihatan Floppy, kalau mau menyimpan langsung saja di ~/Floppy kalau dihitung-hitung malah jauh lebih mudah dan dipermudah. Semua yang dibutuhkan seperti Firefox, X-chat, gaim, dan Abiword atau Kword sudah saya tampilkan langsung di panel padahal dulu juga mereka pakai abiword tapi selalu saja menghindar dari komputer yang osnya linux.

padahal saya migrasi juga biar ini mudah sekaligus aman buat saya dan pengunjung warnet saya. dulu mereka selalu takut kalau disketnya jadi kena virus setelah dimasukkan ke drive, sekarang sudah tidak lagi.

tapi ya itu memang sudah begitu watak kebanyakan orang indonesia kali ya? susah banget diajak maju. lha jangankan mereka yang pengetahuan soal komputernya ngak seberapa, kita saja yang sudah merasa lebih mapan soal ilmu komputer aja masih payah kok diajak maju.

|/\|--Pasid.Linux.or.id--|/\|--KPLI Padangsidimpuan--|/\|

Betul Sekali .....

Saya setuju dengan pendapat temen-temen semua.

Di daerah saya juga (bahkan di warnet saya bekerja) masih banyak anggapan bahwa Linux itu susah, tidak canggih, jelek dari segi tampilan, dll. Padahal yang beranggapan seperti itu kebanyakan dari orang-orang yang belum pernah pake Linux dan bahkan tidak kenal sama sekali dengan Linux. Menurut saya bagaimana orang bilang "Jamu" itu pahit kalau orang itu sama sekali belum merasakan / meminumnya, padahal jamu itu jamu "Beras Kencur" yang rasanya nggak pahit dan enak. Hehehee.... :D

Jadi bagi temen-temen yang belum tahu atau bahkan belum kenal dengan linux, mari coba memakai Linux untuk keperluan sehari-hari, kemudian baru komentar Linux itu seperti apa. Selamat bermain-main dengan Linux....

"Tak Kenal Maka Tak Sayang"

“Using Linux; Get Dirty With Your Hand”
email & YIM = nindra_dw@yahoo.com

Bantu Saya dong teman-teman

saya baru belajar linux tertanggal 14 juli 2005 di internet. saya bingung sekali?.
aku seorang pemula yang hendak berkenalan linux, tingkatan apa saja yang harus aku pelajari! sebenarnya untuk linux harus belajar dari mana? dimana situsnya bisa saya dapatkan berbahasa indonesia.
semalaman aku jalan-jalan cari bahan untuk belajar linux, namun tidak berhasil.

banyak kok artikel, manual da

banyak kok artikel, manual dan informasi lainnya tentang linux di internet (coba googling/pake google). utk pemula saya sarankan belajar ttg instalasi, xwindows dan aplikasinya baru ke consol dan lainnya (kernel, jaringan dsd). trus coba dulu pake mandrake, kayaknya lebih mudah. klo blom bise migrasi langsung mending instal 2 os(windows dan linux). klo da bs pake linux, baru goodbye to microsoft :>.

Coba LiveCD

Banyak kok referensi yang bisa didapatkan dari internet .
atau di linux.or id ini misalnya.
Linux LiveCD makes u no need to get dirty to know Linux, just enjoy and have some fun!
:)

Bantu Saya dong teman-teman

gw jg pemula dilinux.. awal bulan juli ini.. maklum lah klo bingung mo blajar dr mana dulu.. mo milih distro apa.. sama kek gw.. tp gw modal nekat aja.. gw sama skali gak blajar dr inet ato tutorial apapun ... dulu cm sekilas aja gw baca2 buku di gramed.. huehue tentunya gak gw beli.. numpang baca doank....maklum mlaratzer.. hehehe.. nah pas tau temen gw molai blajar linux.. serta merta gw pesen ke dia.. nitip dikopiin cd2 linux.. gw transfer aja gocap.. gw bilang terserah mo di kopiin distro apa.. pokokna linux.. ya gt lah.. gw modal nekat aja.. masalah nanti windolz gw ilang ato data2 apa lah urusan blakangan.. yg penting udah di bakar ke cd..toh gak mungkin kan bakal ngrusak pc gw misalna gw gagal nginstall.. nah smbl ngg cd dikirim gw blajar.. tanya sana sini cara nginstall dsb.. tp toh ttp gak paham jg.. coz apa? gak langsung di praktekin seh.. jd percuma aja.. huehue..
giliran cd-na dateng langsung aja gw tancap gas.. toh itu jg ada yg live cd.. jd kita gak repot2 nginstall ke hdd.. hehehe..
jgn kan data ilang.. cdrom jd buta hurup aja gw ngalamin kemaren.. heheheh.. malah dulu bis berjibaku nginstall2.. gw sampe meriang 1 minggu... fyuuuuuuuuh.. so sweet lah pengalaman ama linux... LoL

~wanna be the real linuxer-

Re : LInux itu tidak sulit

Yup.. bagi orang yang sudah tahu pasti bilang mudah. Bagi pemula ? belum tentu mudah bahkan bisa bikin frustasi !. Waktu untuk belajar dan memahami linux relatif lebih lama dibanding Windows. Sering ada komentar : "Mau akses partisi windows ? di mount aja ..." Bagi yg udah bisa pakai linux pasti langsung tahu apa maksud komentar di atas. bagi pemula ? blom tentu paham apa maksudnya. Mungkin maksud/arti dari mount saja belum tahu...
Daripada cuma berkomentar, lebih baik kalau diwujudkan dalam bentuk artikel berbahasa indonesia yg ditulis dengan bahasa yg mudah dimengerti tentang pemakaian linux. Jauh lebih baik daripada hanya mengatakan "Linux itu mudah, tinggal ini.. itu... beres deh.."
Tutorial, referensi, panduan untuk linux yg berbahasa indonesia masih sedikit, nggak ada salahnya untuk menulis mulai dari hal yg terkecil (misal perintah dasar seperti ls, ps, rm, dsb). Jauh lebih bermanfaat untuk pemula !!

Bantu Saya dong teman-teman

Saya juga baru udah banyak buku tentang linux dan situs-situsnya yang bahasa indonesia biar gampang kamu tentukan dulu aza mau mengunakan linux yang mana, lalu cari tahu gimana installnya.Bahkan sekarang udah ada toko online loh kamu klik aza www.gudanglinux.com

Re:Linux itu tidak sulit

saya setuju sekali dg saudara yuanlukito, sebagai newbe saya sering kali bingung dengan penjelasan2 yg say dapatkan seperti "di mounting ajah' atau "mau dual boot pake lilo saja" atau "untuk setting dialup pake kppp saja" bahasa binatang apa itu mounting ,lilo,kppp?? :D he...3x maklum newbe. hal ini membuat para newbe klepek2 dan mundur kembali ke windows OS. saya sangat mengharapkan komunitas linux ini memberikan itikad baik untuk mendidik rekan2 seperti kami ini yg memiliki semangat open source :D

Linux,................

Orang indonesia kebanyakan sukanya yang mudah2, gak suka yang susah2
gw salut deh ma seorang anak yang berumur 15 tahun di india yang bisa bikin distro sendiri, dengan PC pentium III yang sederhana, sedikit pengetahuan di bidang IT, sedangkan di Indonesia, bagaimana mo bikin, disodorin Linux aja rasa-rasanya mo gimana gitu??
hh,.....
wa pengen punya komp sendiri nih, yg bakalan dipasang OS linux wa sendiri,....
ha ha ha,........

Pake Linux Sich...!!

Kalau ditempat saya, beberapa orang, suka menyalahkan Linux kalau ada masalah baik internet atau mengetik. Sebenarnya masalah yang timbul bukan karena LINUXnya tapi masalah internetnya (ISPnya lagi masalah, situsnya lagi ada masalah, dll), ketidakmampuan user/tidak bisa/tidak biasa. Trus karena yang melayaninya juga masih baru memakai linux, jadi harus belajar terus. Pas ada yang tanya, dan tidak tahu jawabannya jadi dicari dulu. Jadi karena hal itu Linux jadi kambing hitam. Karena ada tidak tahu cara makenya. Katanya susah, apalah, dll dech. Padahal bukan salah Linux.

Untuk M$ aja, kalau ganti versipun juga bingung padahal perintah-perintahnya tidak terlalu banyak berubah dan tidak terlalu berpengaruh banyak untuk soal ketik mengetik.

help!! me

tuoolong..... aye masih newbie di linux nih tolong dong temen-temen bantu supaya aku bisa pake linux plese :p

  • e-mailku : riski_02@yahoo.com
  • help!! me

    tuoolong..... aye masih newbie di linux nih tolong dong temen-temen bantu supaya aku bisa pake linux plese :p

  • e-mailku : riski_02@yahoo.com </ li></ code>

  • jadi inget iklan di tv :

    jadi inget iklan di tv :

    membaca saja aku sulit :(

    menurut g yang menjadi kendala saat belajar menggunakan Linux itu adalah kesulitan dalam menterjemahkan bahasa ( english basic aja sudah cukup kok, gak mesti lancar bhs inggris baru bisa pake Linux dan lagi sekarang sudah banyak tutorial,howto, ataupun sharing pengalaman soal Linux dalam bhs Indonesia, coba aja cari ke google dan di arsip forum ini :D ) dan yang kedua malas membaca atau keinginan/motivasi membaca itu kurang. kebanyakan lebih senang bertanya( termasuk g :p ) dan kalo gak ada yg menjawab langsung menyimpulkan Linux itu susah tanpa berusaha untuk mencari tau (diawali)dengan membaca. dan mungkin karena sudah tradisi di Indonesia suka menilai sesuatu dari bentuk luar dan bukan isinya, menggunakan komputer dengan menghafal gambar/model seperti ponakan g yg berumur 5 taon blom bisa membaca tapi sudah bisa menyalakan dan mematikan komputer untuk bermain game, waktu tampilannya di ubah sedikit dia jadi bingung mau klik yang mana. atau seorang sarjana komputer yang tidak tau/bingung cara menyalakan komputer ketika dites saat melamar pekerjaan, karena sewaktu kuliah dulu tiap masuk lab, komputernya sudah menyala semua.

    istilah2 di Linux awalnya aja kedengaran aneh tapi kalo dah biasa jadi kedengaran cool :p
    coba baca humor disini lalu bandingkan yang lebih aneh istilah" windows apa istilah" di Linux :p

    intinya.... ayo belajar membacaaa :D

    You'll never know until you tried

    KeroppiX

    pake windows ngga perlu baca

    lah ya karena itu Mas .........
    yg user windows kalo kebingungan , tinggal tanya kanan kiri, dapet jawabannya, tanpa perlu ubek-ubek google, tanpa perlu banyak membaca ........sementara pake Linux, tanya kanan kiri jawabannya kurang memuaskan, mesti cari2 bahan bacaan dulu .........
    nah, makanya Windows jadi lebih favorit dibanding Linux kan ?
    malas membaca mungkin benar, ya jadinya gitu, kalo ada yg bisa dikerjakan tanpa membaca sudah bisa, ngapain capek2 baca ? ya itulah sulitnya kebiasaan yg berlaku di sini .......

    yg perlu diingat juga, masih banyak dan bertebaran pengguna komputer awam di negeri kita, yg ngga terlalu banyak interaksi dengan komputer, tentu pengennya yg praktis dan gampang dong. kalo buat user yg heavy atau hobbyist komputer, tentu senang2 aja dapet sesuatu yg ngga terlalu gampang, .......tapi buat yg user awam aja, kan lebih baik yg gampang ? gue hobbyist komputer, ngga masalah tuh kalo utak-atik Linux,........tapi gue awam soal mobil, ya maunya yg gampang aja kalo operasikan mobil, maunya yg gampang aja kalo rawat mobil, ngapain juga mesti repot2 ke bengkel sana-sini kayak para hobbyist otomotif. Simpel kan ? masa' iya semua bidang kita mesti geluti ?