Migrasi Linux Sangat Mendesak

0

Sampai saat ini kita masih sangat tergantung pada sofware bajakan terutama produksi Microsoft. Jangankan untuk perorangan dan kalangan swasta, bahkan pemerintah dan aparatur pemerintah masih banyak menggunakan produk bajakan ini.

Dengan berbagai upaya pemilik hak cipta melakukan pengepungan, Dan pengepungan terhadap pembajak adalah dengan bekerjasama dengan pembajak yang memiliki power, yakni pemerintah. Dalam hal inilah menjelang akhir tahun 2006 lalu Microsoft menandatangai kerjasama dengan pemerintah RI untuk sosialisasi dan pengembangan sofware di Indonesia.

Ini berartu sebuah titik awal mereka akan menggempur pembajak yang lemah. Dengan pemerintah Microsoft akan mengenakan penetrasi lunak agar seluruh sofware pemerintah teregistrasi dan sekaligus mendapatkan uang walau tidak sebesar jika harus membeli secara komersial. tetapi dampak lanjutanya adalah akan dimulainya upaya represi keras kepada pembajak.

Dari kondisi inilah saya kira kita memrlukan sebuah komitmen multi pihak untuk mengatisipasi masalah ini. Walaupun harus kita sesali bahwa ternyata pemerintah hanya bisa berfikir dalam jangka penjang. Mengapa uang itu harus digunakan untuk kerjasama dengan Microsoft, bukanya untuk mengembangkan Open Source Software.

Agak pelan tetapi terdengar ketika Menkofindo mengeluhkan bahwa OO dengan Igosnya sempat membuat administrasi pemerintah macet. Tetepi kita bertanya apakah karena itu kemudian pemerintah mendidkreditkan open source, saya kira pola fikir dan sikap birokrat memang diwarnai dengan kemalasan dan kedangkalan berfikir.

Jika kita kembali kepada permasalahan yang dihadapi, dimana rakyat pengguna ICT yang akan terus berkembang dibiarkan sendirian berjuang untuk dipaksa membeli software komersial atau meraba-raba opensource apa yang paling ideal digunakan. Dan akan menyburkan pembajakan hak cipta orang lain.

Di sisnilah komitmen dan kerjakeras semua pihak diperlukan untuk dapat mengembangkan dan memasyarakatkan open source. Saya bergembira masih banyak anak bangsa yang sadar akan penjajahan dalam bidang ICT, sehingga masih banyak komunitas yang mengembangkan diskusi dan kerjasama untuk itu.

Tetapi tentunya masih terlalu kecil kuantitas dan kaulitas komunitas yang mengusung idealisme untuk kemerdekaan ICT, berhadapan dengan hegemoni kapitalis, yang celakanya malah didanai dan didukung oleh pemerintah. Saya sendiri bukan pakar di bidang ini, tetapi secara instingtif sebagai anak bangsa saya dapat ,merasakan bahwa harus ada yang kita lakukan bersama dengan MELAWAN!

Comments

Comment viewing options

Select your preferred way to display the comments and click "Save settings" to activate your changes.

Migrasi Linux Sangat Mendesak : Lemah Syahwat

Saya pengguna SW bajakan yang berencana migrasi ke OpenSource. Saya banyak mendengar dan menyimak sepak terjang pendekar openSource yang dengan semangat juang terus meneriakkan SW yang merdeka. Karena merasa menggunakan barang ilegal maka saya mencoba SW Opensource. Dan hasil nya amatlah mencengangkan. Hampir semua aktifitas saya menjadi terhenti saat menggunakan OpenSource, ini tidak bisa, itu tidak bisa!. Namun dengan dukungan dan semangat teman-teman yang bergelut dengan OpneSource saya masih mencoba dan mencoba OpenSource... namun masih tertatih......

Keringat semakin bercucuran saat bekerja menggunakan OpenOffice. Data yang dibuat dengan MSO jadi kacau, grafik berubah, macro hanya terdiam. Mau buat Data Pilot, sungguh rumit. MailMerge jadi semakin sulit. Belum lagi terbatasnya jumlah sheets di calc. Text to Colom tidak ditemukan, pengolahan jadi manual. Pekerjaan yang biasanya 30 menit, kini jadi satu jam, bahkan lebih.... huh.....!! Komputer jadi secepat keong......., Mau Print, eh... printer tidak terdeteksi.... driver tidak ada, vendornya pun tidak menyediakan driver untuk linux. Lengkaplah penderitaan ini....

Maaf kawan......
Daku kembali dulu ke bajakan, hingga.....
# Pak Polisi melarang
# Linux Easy to use dan ramah pengguna awam
# OpenOffice jadi lebih ramah pengguna oon
# Vendor-vendor memberikan dukungan ke linux

Mudah-mudahan linux yang hebat bukan hanya sesumbar, tetapi benar hebat dan jadi solusi....

Re: Lemah Syahwat

barangnya punya mas yang lemah apa aja?

coba sebutin jenis dan tipe devicenya, misal printer jenis canon tipe xxxx
tolong di list lengkap spek komputernya, kali nanti ada linux yang cocok dengan anda punya spek..

ditunggu

salam

~ aka toko.baliwae
~ linux.bali.or.id
~ Y!M: online_baliwae

Re: Maaf kawan...

Maaf kawan......
Daku kembali dulu ke bajakan, hingga.....
# Pak Polisi melarang
# Linux Easy to use dan ramah pengguna awam
# OpenOffice jadi lebih ramah pengguna oon
# Vendor-vendor memberikan dukungan ke linux

SETUJUUUUU....

diet.

Aku tak selalu mendapatkan apa yang aku sukai
Oleh karena itu aku selalu menyukai apapun yang aku dapatkan

Sayang Betul ...... kalau lemah syahwat .....

Ternyata kita masih aja terjebak dalam siklus cepat dan mudah ? Toh yang membuat cepat dan mudah adalah kita, bukan perangkat lunaknya .... inilah kenyataannya saat kita ingin melakukan perubahan? TAKUT MELAKUKAN PERUBAHAN WALAUPUN ITU MENYAKITKAN ....

Entahlah .... apakah karena keterbiasaan dengan penggunaan bajakan yang mudah dipake dan laen sebagainya.... atau gak mau cape untuk melakukan perubahan ....

Re: Sayang Betul ....

Saya pikir bukan masalah takut melakukan perubahan, tapi cost untuk melakukan perubahan itu yang ternyata sangat besar.
Beberapa kali saya coba untuk migrasi ke linux, tapi learning cost untuk diperusahaan ternyata tidak kecil, malahan jadi lebih mahal daripada beli software M$ asli :(
Belum lagi seperti yang rekan-rekan yang lain sebutkan banyak banget driver yang tidak tersedia, kalaupun dapet susah banget dapetnya, cost buang waktu nyarinya cukup besar tuh karena komputer atau printer jadi tidak bisa digunakan dan berarti pekerjaan tidak dikerjakan.
Yang lain lagi bagaimana dengan aplikasi ERP yang sudah dibeli mahal-mahal yang juga ternyata tidak/belum di support di linux?
Apakah disarankan buang saja dan ganti dengan ERP yang free juga? berapa besar kerugian yang harus ditanggung?
Saya sangat setuju untuk migrasi ke linux tapi tidak bisa dilakukan secara cepat, pasti butuh waktu, tidak semua orang sehebat Anda dan siap untuk melalui segala kesulitan.
Saya pikir software itu cuma tools, jadi hanya tools yang mudah digunakan sajalah yang akan banyak digunakan.
Saya menggunakan komputer karena ingin lebih mudah mengerjakan pekerjaan saya, jadi ya toolsnya yang harus mudah.

Re: Re: Sayang.....

Ane pikir, problemnya bukan di learning (maksudnya belajar?) 'cost'. Kalo perusahaan anda isinya 100 orang, dengan harga MS windows versi OEM (setau ane) kira-kira 150 AUS $, ya kira-kira, perusahaan anda harus ngongkosin 150,000 untuk 100 kompyuter. Apa cost kalo bikin trenning 'learing' linux for ordinary user perlu lebih mahalnya?
Masalahnya ada dikebutuhan. gak ada yang bilang linux OS yang perfect. Linux gak perfect, tapi begitu pula dengan Windows, maupun OS X. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalo perusahaan atau suatu pribadi mampu beli windows, dan nyaman disana, atau yang terutama memang perlu karena ada aplikasi atau hardware yang cuma bisa dijalanin di windows, kenapa tidak beli? Gw gak nyaranin untuk migrasi rombongan serta merta semua ke linux. Cuma bagi yang perlu karena cekak atau yang seneng sama komputer, migrasi kelinux adalah suatu adventure yang baru. Tapi kalo untuk perusahaan, orang berduit... ya terserah jack milih yang mana....
Masalahnya, seperti yang diterangin di awal adalah home user yang ngebajak... terlebih dalam instansi pemerintah. Kantor pemda apa punya 'spesifikasi' lain selain aplikasi kantoran standar MS office? yang bisa digantiin sama open office? Kalo cuma untuk standar kerja komputer, dan juga untuk yang home user jelas-jelas kurang mampu beli windows, ngapain pake bajakan? Ada saya baca comment dari orang laen disitus ini yang teriak... saya tetap pake OS bajakan sampe dilarang... laah... gimana budaya bangsa ini, gak malu, Maling kok teriak bangga karena nyopet?
Cost maraknya software bajakan lebih 'besar' daripada untungnya. Uda umum diketahui, kalo mau cari 'host' untuk kerjaan kriminal di internet kayak carder atau spammer, masuk aja ke komputer di negara ke 3, jelas Indonesia salah satunya yang terbesar dan termudah. Jelas dengan make windows bajakan, bolong-bolong gak pernah atau gak bisa diupdate, gampang sekaleee buat orang 'nyelusup' masuk. Kecuali .. ya, pemake windowsnya sedikit aware, biar bajakan, tapi tetep download security update juga dari autopacher. Gak jaman lagi ada virus yang ditakutin karena ngebikin layar wallpaper jadi ... 'Joni_Is was here..." itu mah hacker basi. Kalo hacker kriminal yang modern, mereka nyelusup jauh kedalam sistem, duduk tenang disana menutupi jejak untuk ngelancarin serangan ke tempat laen. Ini masalahnya, Sampe kapan negara kita mau jadi sarang penyamun orang luar?
Linux adalah solusi terbaik bagi pemake komputer dengan buget ngepas namun dengan sekuriti yang baik, serta punya trade mark seperti OS X. OS X jelas terkenal sebagai sistem operasi orang-orang yang punya 'cita rasa' seni. Ini trade mark mereka. Begitu pula linux yang punya trade mark sendiri.. Windows juga punya. Kalo ente punya duit kuat, tinggal pilih mau yang mana.
kalo cekak.... ya... masa pilihannya jadi maling pembajak? Kapan majunya negaraku?

Linux untuk yang semangat!

Saya lagi senang dengan linux karena linux "Halal", ada beberapa pertanyaan:
apa software pengganti corel draw di linux? juga photoshop?
di man saya bisa download? dan bagaimana cara menambah / install software baru jika saya menggunakan ubuntu/edubuntu/kubuntu?
Makasih!

alquran.tk>>Listen Al-Qur'an
Stasiun Salafy

Corel draw =

Corel draw = Inkscape

Photoshop = Gimp, atau Gimpshop

Lokasi download bisa ditemukan dengan mudah via Google.

Untuk menambah software di distro berbasis Ubuntu, klik menu Application - Add/Remove

Semoga membantu

Migrasi ... : Lemah Syahwat ?

saya punya pengalaman mirip dane waktu pake OpenOffice. Saya suka ternyata fitur2 nya gak kalah dari M$ Office, terutama dengan adanya fitur Page Style (M$ Office 2007 pun gak ada fitur ini), jadi memudahkan mengetik buku. Tapi kemudian terjadi masalah. Ketika halaman yang saya ketik bertambah banyak (lebih dari 1000) OpenOffice sering berhenti loading. pernah saya tunggu lebih dari 10 menit gak selesai-2 juga. Pertama saya pikir memori kompi kurang, tapi setelah ditambah masalahnya tetap sama. OO yang saya pake mulai versi 1.1.5 sampe 2.0.x tetap aja masalah yang sama muncul.
Akhirnya dengan amat sangat terpaksa sekali saya kuras tabungan untuk beli M$ Office 2007 (original lho) dari pada kerjaaan saya gak selesai-selesai. Akhirnya masalah saya terpecahkan walaupun mahal. Sedih juga sih harus keluara uang banyak.....

Kalo anda bilang akan pake bajakan sampe pak polisi melarang, sebetulnya ya dari dulu sudah dilarang, tapi kurang tegas aja.

Jadi ingat waktu saya SD dulu. Sebelum pulang sekolah kita disuruh oleh guru untuk menghapal PANCASILA dan BUTIR-2 nya (gak hapal gak pulang). Yang masih saya ingat salah satu butir sila ke-5 adalah : MENGHARGAI HASIL KARYA ORANG LAIN.

Linux hebat kok, kalo gak kan perusahaan sekelas Oracle gak mau develop applikasi DB nya di Linux. Juga NASA gak mungkin pake Linux buat komputernya.

Soal kemudahaan Linux ? Sekarang masih mending. Dulu saya pertama kali coba Linux (Distro Redhat 5.0) mau bikin partisi aja bingung, mau dengar mp3 harus compile dulu program playernya.
Mau baca partisi Window$ apalagi, tapi sekarang semuanya jadi mudah.

Soal kemudahan menggunakan M$ Office atau OpenOffice semua tergantung kebisaan. Pertama kali saya juga mengalami hal yang sama, tapi setelah MEMBIASAKAN bekerja dengan OO ya gak masalah kecuali masalah yg saya bilang diatas.

Jadi kesimpulan saya yang lemah syahwat bukan usaha untuk migrasi ke Open Source tapi yang lemah syahwat adalah keinginan untuk berubah.

Ini karena kurang persiapan

Ini karena kurang persiapan saja.

Kalau sebelum migrasi dilakukan survey terlebih dahulu :

# software yang ada
# hardware
# pola penggunaan user

Maka kita jadi bisa mencarikan dan mempersiapkan solusinya **sebelum** migrasi dilakukan.

Kalau langsung migrasi begitu saja, ya memang resikonya begini.

Migrasi APA PUN pasti beresiko.
Apakah dari MySQL ke Oracle, apakah dari software keuangan yang satu ke software keuangan yang lain, apakah dari Adobe Illustrator ke Corel Draw, dst, dst - **pasti** ada resikonya.

Migrasi (apa pun, tidak hanya ke linux) HARUS berdasarkan informasi yang lengkap, dan perencanaan yang matang. Kalau tidak, ya.... seperti kata pepatah : "failure to plan is planning to fail"

Semoga bisa membantu rekan2 yang lainnya.

Re:Re: Lemah Syahwat

Terimakasih atas response nya.
Mudah2an barang saya tidak jadi lemah hanya gara-gara saya ingin belajar linux, yang bikin user oon spt saya jadi Pegal-linux.

Saya senang sekali kalau ada yang membantu saya malasah printer ini. Saya menggunakan Printer HP Officejet 4355 All-in-one, HP Deskjet 35xx, dan Canon i255. Ada yang punya driver nya?

Trus, Ada yang bisa bantu masalah OpenOffice ya, spt beberapa masalah diatas....

Spek PC 1:
Proc Intel Pentium 4, 3.0 Ghz
Memory 2GB (2x1GB) DDR Visipro
HD Segeate Baracuda 200GB SATA
MB ASUS
kebutuhan : Video Editing (VS10/Premiere2.0), Poto Editing, Main Game
OS : WinXP Home (ori), SLES10

Spek PC 2:
Proc AMD Atlon 2400
MEM 512MB (2 x 256MB DDR 3200)
HD Segeate 40GB 7200rmp ATA
MB Biostar
Kebutuhan : Denger musik, ngetik, main game
OS : Win98SE (bajakan), OpenSUSE10.2, Kubuntu 6.10

Linux yang pernah saya coba (printer ga bisa ngeprint):
Suse9.3, OpenSuse10.1, OpenSuse10.2, FC5, FC6, RHEL3, RHEL4, SLES10, UBUNTU6.10, KUBUNTU6.10, MDK2005, MDK2007, CHIPlux, CentOS4, WhiteBOX. Saya emang rada ga ada kerjaan, nyoba2 distro yang cocok. Tapi masih ga mudeng juga pake linux. Bagi rekan2 yang pengen ngopi koleksi saya, boleh kok, gratis aja tapi bawa CD sendiri ya (bukan promosi lho)

Untuk driver printer bisa

Untuk driver printer bisa didapatkan di http://linuxprinting.org

Tapi biasanya saya lebih cepat menemukannya dengan memanfaatkan Google.

Contoh : dengan mengetikkan "lx300 site:linuxprinting.org", maka saya langsung menemukan driver untuk printer Epson LX 300.

Alternatifnya adalah http://turboprint.de, ini sebetulnya gratis.
Asalkan mencetak dengan resolusi 300 dpi. Lebih dari itu baru harus membayar.

Semoga membantu.

Re:Re:Re: Lemah Syahwat

untuk instalasi printer i255 saya pernah nulis di web ini.
http://linux.or.id/node/183

itu untuk di distro semacam redhat dan mandriva. untuk di distro slackware sama, download saja driver versi rpm nya dari situs yg disebut di artikel itu, lalu pakai perintah rpm2tgz untuk merubahnya menjadi paket slackware (tgz).

berikut tulisan saya yang lain ttg canon i255 di linux:
http://panic.baliwae.com/node/13

http://linux.bali.or.id/viewtopic.php?t=114

semoga membantu :D

~ aka toko.baliwae
~ proyek baru: panic! gnu/linux
~ Y!M: online_baliwae

Re:Re:Re: Lemah Syahwat

Kalau untuk installasi printer Canon Pixma i1200? Saya coba cari drivernya tapi ga dapat, bahka sudah coba contact ke Canon juga. (Distro: FC4 & openSUSE10.2)

Satu lagi, saya coba install+konfigur akses GPRS dengan HP SonyEricsson K310i, namun belum bisa. Dengan FC4 gak ketemu devicenya apa, dengan openSUSE 10.2 bisa utk transfer data dari HP ke PC namun tidak bisa gunakan utk modem.

Mohon pencerahannya

~Kuntjoro~

migrasi linux sangat mendesak

mungkin ada benarnya juga pendapat anda. tapi jangan lupa klo microsoft dgn windwsnya yang lebih dulu masuk ke pasar dan juga mudah digunakan... (lebih mudah untuk orang awam) dan klo mau menggunakan linux maka perlu pelajaran extra mengingat lebih banyak orang yg merasa windws lebih gampang dan linux biasanya identik dengan perintah2 yang rumit serta angka2 (spt DOS gitu)walaupun sekarang ini sudah beroriantasi objek... dan karena itu mungkin usul anda bagus juga tapi, mungkin buth waktu yang ngga sedikit...

Linux VS Hardware

Saya beberapa hari ini mencoba beberapa distro untuk migrasi warnet saya :

Distro yg udah dicoba :
- Xandros
- Vector linux
- Beatrix, Damnsmall

Next (sedang dipesan) :
- Ubuntu
- Xubuntu
- Zenwalk
- Pinux

Kendala utama adalah hardware, scanner saya Umax astra 4100
udah pasti gak kepake (gak di support Sane), printer saya Pixma IP1000 akhirnya bisa print setelah browsing driver kesana kemari.
Dan juga kerasa banget OON nya linux di hardware kelas P3, terutama OpenOffice launchingnya lama banget.

Saya rasa migrasi ke OpenSouce akan lebih mulus jika pemerintah
tegas terhadap vendor2 hardware untuk menyertakan driver opensource, jika gak support opensource mending gak boleh masuk Indonesia aja. Daripada nanti kita naik derajat jadi negara pembajak No.1.

Dan juga kerasa banget OON

Dan juga kerasa banget OON nya linux di hardware kelas P3, terutama OpenOffice launchingnya lama banget.
------------

Ada satu komputer saya yang Pentium III, dan jalannya cepat.

Biasanya P-III dituduh lambat karena memory nya kurang.
Kalau memory / RAM nya sudah ditambah (minimal 128 MB, idealnya > 256 MB), performanya jadi cepat.

Alternatifnya, gunakan distro Linux yang optimized / hemat memory.
Seperti: Crunchbang Linux, Puppy Linux, dst. Siap2 tercengang melihat kecepatannya bahkan di Pentium 2 sekalipun :-)

Semoga membantu.

Pengalaman pake Ubuntu 6.10

Saya punya tempat warnet, rental komputer & kursus komputer. Semuanya pake Ubuntu 6.10 dan printernya pake Pixma IP 1000. Semuanya berjalan lancar dan masyarakat sekitar sini dari anak SD sampai yang tua sudah terbiasa pake Ubuntu, browsing dengan Firefox, ngetik dengan OpenOffice, buat presentasi juga dengan OpenOffice dll... Meskipun pake Ubuntu tempat saya tetap ramai

Spek Komputer saya rata-rata PII 350 MHz memori 192 MB, buat starting Ubuntu kira2x 2 menit, Start OpenOffice sekitar 15-20 detik.
Jadi ga terlalu lama loadingnya.
Demikian pengalaman saya pake Ubuntu.

printer driver Pixma ip 1000 & Epson C58

bagi-bagi dong, driver printernya..., aku baru pake linux, masalahnya blon bisa ngeprint... help me...

Install Driver Printer Canon & Epson pada Ubuntu

Cara penginstalan driver ini khusus buat Linux Ubuntu.

Silakan mengunjungi situs yang berisi mengenai paket Debian yang dibuat oleh Takushi Miyoshi (http://mambo.kuhp.kyoto-u.ac.jp/%7Etakushi/). Oh ya di situs tersebut banyak juga driver untuk jenis printer EPSON.

Nah, berikut ini proses yang saya lakukan, sesuai dengan panduan dalam situs tersebut.

Pertama, tambahkan repository baru untuk alamat penyedia driver printer yang saya sebutkan diatas tadi. Bisa dilakukan dengan menyunting berkas yang ada di lokasi /etc/apt/sources.list, kemudian menambahkan baris baru: deb http://mambo.kuhp.kyoto-u.ac.jp/~takushi/debian ./

Setelah itu, perbarui informasi daftar repository dengan mengetikkan perintah: apt-get update di terminal.

Catatan: Cara diatas saya gunakan karena saya masih menggunakan Ubuntu (Dapper Drake), kalau misalnya sudah pakai Ubuntu (Edgy Eft), alamat repository adalah: deb http://mambo.kuhp.kyoto-u.ac.jp/~takushi/ubuntu ./

Atau, bisa juga melalui Synaptic Package Manager yang dimiliki Ubuntu:

Buka menu System » Administration » Synaptic Package Manager. Masukkan password Anda sebagai pengguna.
Masuk ke menu Settings » Repositories.
Pilih menu "Add", kemudian pilih "Custom". Pada kolom isian APT line, masukkan: deb http://mambo.kuhp.kyoto-u.ac.jp/~takushi/debian ./
Setelah itu, tutup jendela pengaturan repository. Karena terjadi perubahan pada informasi daftar repository, maka Anda harus memperbarui daftar tersebut. Klik saja tombol "Reload" bagian kiri atas.

Kedua, lakukan proses instalasi. Saya melakukan proses instalasi melalui Terminal, jadi tinggal mengetikkan: sudo apt-get install libcnbj-2.5 bjfilter-2.5 pstocanonbj. Ikuti proses selanjutnya.

Catatan: Perintah tersebut untuk melakukan instalasi driver printer Canon Pixus iP3100 / iP4100 / iP8600 (dan Pixma iP1000 / iP1500). Kalau tipe printer lain, silakan periksa driver yang sesuai.

Ketiga, Kalau semua proses sudah selesai, kita melakukan hal yang membuat printer kita tersebut dikenali oleh Ubuntu.
Buka menu System » Administration » Printing
Pilih menu "New Printer" (klik dua kali pada gambar printer).]
Pada kotak dialog, muncul pilihan menu "Printer Connection". Karena printer saya langsung terkoneksi ke komputer saya, maka saya pilih Printer Type: Local Printer, dan printer yang terdeteksi adalah Canon iP1000.

Berikutnya, kita sesuaikan driver-nya, sesuai dengan Manufacturer (Produsen), dan model printer.
Ikuti proses berikutnya. Ketika Anda membuka kembali kotak dialog untuk melihat printer yang tersambung, sekarang sudah muncul disana.
Nah, selesai deh. Kalau mau mengubah konfigurasi atau sekadar melihat pengaturan printer-nya, pada kotak dialog tersebut, pilih pada gambar printer yang terpasang, klik kanan, pilih Properties.

Selamat Mencoba.

Re: Install Driver Printer Canon & Epson pada Ubuntu

Wah infonya lengkap banget, bagus sekali.
Btw, lokasi warnetnya di mana ?

Salam

tanya (?_?)

mba'/sdr maya2007 tinggal di daerah mana ya ?
boleh japri nggak ?
saya pengin banyak konsultasi mengenai warnet pake ubuntu
thanks sebelumnya.

=================
bangsanyx@gmail.com

ubuntu

Dh,

Gimana untuk sharing file dan folder di ubuntu mbak.? maaf baru belajar linux. ini juga karena terpaksa. ada sweeping.. :))

QurNain

Gotong royong linux

Salam kenal semua.

Yang pasti semua disini tau kan kalo skrg lagi jd perhatia mulai dari pengguna awam kayak aku sampai vendor vendor besar, yang pasti semuamya mengarah kearah perkembangan positif. Yang pasti masalah klasik kita semua adalah kita berangkat dari Os bajakan tadi (ya ndak..?), yang semuanya serba gampang termasuk "mbajakin". Jadi kalo emang kita sadar mau pindah ke open source..ya beginilah keadaannya, namanya juga buat sendiri, semua kembali ke diri kita masing masing , alternatifnya ada dan akan selalu ada. Kita sama sama aja saling bantu disini, gmana..?

Kantor Pemerintah dan Kantor Kepolisian juga pake Bajakan

Hampir sebagian besar Kantor Pemerintah dan Kantor Kepolisian juga pake OS Bajakan, mulai dari windows ,office serta aplikasi yang laen, masa kita masyarakat awam harus pakai dan beli OS dengan licennya?? klo begini bisa lebih mahal dari pd yang PC kita pake sehari2 donk!!! Mari kita lawan pemerintah kita dan kita ajarkan para aparat pemerintah kita untuk pake LINUX ato OS OPEN SOURCE laennya. BIAR MEREKA JUGA BELAJAR DAN MAU BERPIKIR!!!! BIAR PERUTNYA GA SEMAKIN BUNCIT!!!!

Mas, maaf sebelumnya, apa

Mas, maaf sebelumnya, apa benar pemerintah kita pake OS Bajakan? Ga baik klo sembarang nuduh mas, tar di somasi. Sepengetahuan saya, memang banyak instansi pemerintah pake OS Windows, tapi kita kan nga tau itu bajakan atau asli. Ya mudah2an aja mereka nga pake yang ilegal.

No Offense, CMIIW

Gak Maksa koq

linux khan gak maksa juga koq ente2 yg dah pake win pindah ke Nux ..
Emang kita2 yg kolot kalo masih tetep juga pake bajakan ... palagi OS yg gak mendidik sama sekali ...
Dg Linux kita pasti tau cara yg mudah mendapatkan pengetahuan/imu yg sebenarnya untuk umat manusia ....

emang bener koq. pemerintah kita pake OS bajakan.

temen ku pernah betulin komputer di kantor polisi (poltabes).
dia jahil, periksa jeroan tuh komp, ternyata emang bajakan.

M$ = NAPZA

Kalo dipikir-pikir... adakah perbedaan antara M$ dan NAPZA. Pertama-tama kita dibiarin make tanpa harus bayar..... tapi begitu kita nge-rasa-in enaknya make (kecanduan), mereka (M$/NAPZA) datang bak dewa penolong. Eiit.... tapi kita harus merogoh kantong yang nilainya WUIIHH...., bisa buat makan sebulan tuh.

So....
Jangan sampe, slogan "Daerah Bebas PEKAT (Penyakit Masyarakat)" yang sering kita liat di kampung-kampung hanya sekedar menjadi slogan yang kagak ada artinya....

Salam

MS vs LINUX be LEGAL ?

Salam ... seperti judul saya diatas, hal ini bikin saya makin bingung. Saya baru mencoba usaha warnet, jangankan dapat untung, pelangganpun baru saya kumpulkan, eh ... sudah diterpa berita tentang razia OS bajakan. Yang saya tau adalah, pada saat saya membeli 20 unit komputer2 tsb sudah included dg OS-nya yaitu MS, walaupun 2nd dan memang saya hanya mampu untuk beli yang 2nd, komputer2 tersebut saya beli dg uang halal dari toko resmi di satu mall besar khusus komputer. Per-unit saya beli 1.3jt.

LEGAL ? Siapa sih yang tidak mau ... hanya saja, (kalau memang aparat sudah tau) kenapa baru sekarang marak razia2 setelah sekian lama OS2 bajakan tsb merajalela, mulai toko2 di mall2 besar sampai pedagang kaki lima. Namun itu itu, saya angkat jempol dan mengucapkan banyak terima kasih atas jerih payah mereka membajak OS2 ber-license sehingga saya makin tau tentang teknologi.

Wahai para pakar IT, pada saat kalian belajar komputer sejak era DOS dan migrasi ke windows butuh waktu berapa lama ? dan dari windows ke linux butuh waktu berapa lama ? Dan tolong tanyakan ke anak2 kita atau adik2 kita atau saudara2 kita, dasar2 pelajaran komputer yang mereka dapatkan di sekolah itu apa saja, apakah perbandingannya seimbang antara MS & Linux ?

OS legal / non legal hanya ditentukan dari secarik kertas / lebel yang namanya sertipikat (mohon dikoresi kalau salah). Berarti saya dan teman2 lainnya yang bisa komputer yang didapat dari belajar secara otodidak, dan tidak mempunyai ijasah/sertipikat keahlian, apa akan di cap bajakan juga ?

Hal terkonyol yang pernah saya dengar tentang razia warnet ber-OS bajakan adalah ada satu warnet yang ketakutan dan segera bermigrasi ke LINUX, namun warnet itu tetap kena razia dan petugas tetap membawa komputer2nya walaupun sudah dijelaskan bahwa warnet tsb tidak pakai OS Windows. Nah, berapa besar kerugian yang dia terima akibat razia tsb, pendapatan hilang beberapa saat s/d komputer itu kembali diambil. Pengguna warnet juga ikut panik, ketakutan.

Maaf, tulisan saya ini hanya sekedar berbagi rasa saja. Tidak ada indikasi u/ memojokan siapa dan apapun di forum ini.

Namun kepada yang berkompeten akan hal ini, bertindaklah secara BIJAKSINI jangan hanya BIJAKSANA. Insya Allah masyarakatpun akan menerimanya dg sukacita.

Sekali lagi saya ulangi, LEGAL siapa yang tidak mau. !

bayar kalo sanggup, kalo nggak jgn pakai window$

Sebenarnya sih sederhana banget masalahnya.
Jika anda menggunakan software yang anda bayar dengan harga full, anda beli langsung dari vendornya, bukan dari kaki 5 atau bendel dari perusahaan bonafid dengan harga miring, nggak masalah.

Tapi jika anda tidak sanggup membeli software asli, jangan senewen. jangan emosi, menuding-nuding OL, padahal anda, termasuk saya belajar kenal komputer lewat DOS juga dulunya.

So, makasih buat Windows, Microsoft, tapi sudah cukup, saya pakai Ubuntu sekarang.

Apa lagi? susah?. Maaf, Linux bukan untuk orang cengeng. BTW, Linux tidak akan kehilangan apapun!!!!!!!

All is choice! ....................... (dan kapasitas duit)

:::::::::::||||:::::::::::|||||::::::::
just amrinz
i'm using ubuntu and gnome fanatics, are you?

Justru itu

Justru itu Mas. Kita harus belajar dari masa lalu. Seorang pencuri pun kemungkinan besar tidak ingin anaknya ikut menjadi pencuri. Demikian pula kita yg dulu banyak belajar menggunakan OS bajakan. Jgn sampai terulang ke anak cucu kita. Ajrkan penggunaan untuk menghargai HKI. Jgn biarkan mereka menggunakan software bajakan.
Kita tidak perlu mencemooh OS lain. Linus Torvalds pun sangat mengargai OS lain. Beberapa tahun lalu ketika Linux dikecam oleh pengguna BSD? Torvalds justru mencoba mendinginkan suasana.
Mengenal pembelian komputer, sebagai pembeli, sudah semestinya kita mempertanyakan legalitas software yg terinstall.

Polda (di daerah jawa) ajah

Polda (di daerah jawa) ajah pake window$ bajakan, terus nangkepin (meras) orang2 yg pake windows bajakan? Mental aparat nya udah keparat? Btw: duit dari gituan mah haram pak.

Suse 9.0, Suse 9.1, Suse 9.2, openSuse 10, openSuse 10.1, openSuse 10.2, openSuse 10.3, openSuse 11.0, openSuse 11.1 Beta.

================================
Dijemput Tidak Datang. Diantar Tidak Pulang.
================================

Kok blog lama bisa muncul

Kok blog lama bisa muncul kembali ya? Kok tidak hilang ya? Saya setuju. Open source maupun proprietary akan sama2 berkembang pesat dan mengalami kegemilangan di Indonesia Raya tercinta 1 generasi yg akan datang, saat ekonomi stabil, income/daya beli masyarakat meningkat, tingkat kecerdasan dan kesadaran membaik, edukasi yg kita berikan kpd adik2 dan anak2 kita membuahkan hasil, amin.

O ya, saya juga menambahkan,

O ya, saya juga menambahkan, driver2, konfigurasi, dan instal aplikasi di LINUX sudah semakin lengkap dan mudah, sudah saya buktikan dan diantaranya ada di buku gratis yg saya tulis, tdk promosi lho. Utk video editing bisa mencoba: Linux Video Editor, LiVES, Open Movie Editor. Games? Saya pikir games OS apapun tetap tak sehebat PS, PSP, XBOX yg memang diciptakan utk bermain games. Kalau anda ingin main games dengan LINUX lebih bagus anda membikin distro remaster khusus utk games, good luck!

now we need some pride

now we need some pride sohbet - sohbet I love you, please tired now ddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd

Sohbet etme imkanı chat wow