Seminar STMI Kemenperin Goes to Open Source

Jakarta, Seminar Open Source untuk mempromosikan open source di Indonesia terus digiatkan, kemajuan komunitas open source Indonesia semakin hari semakin menggembirakan, acara bertajuk “Seminar Open Source” diadakan oleh organisasi internal Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta (STMI KEMENPERIN) yaitu HIMASIS STMI, acara ini diselenggarakan di aula STMI Kemenperin sabtu, 15 juni 2013.

Seminar open source tersebut diisi oleh Rizky Ariestiyansyah yang merupakan mahasiswa penggiat open source dan dibantu oleh teman-teman dari EVONE Bekasi. Acara ini dibagi menjadi 2 (dua) sesi yaitu seminar dan workshop. Pada sesi seminar narasumber memperkenalkan kepada peserta apa itu open source dan produk-produk open source hingga menjelaskan berbisnis dengan open source. Antusias peserta yang berjumlah lebih dari 60 orang ini sangat tinggi terutama ketika dijelaskan berbisnis dengan open source.

Pada sesi kedua yaitu workshop narasumber menjelaskan tentang linux dan cara instalasi distro linux ubuntu serta menjelaskan perintah-perintah dasar di linux dan service-service yang ada pada linux. Setelah workshop berakhir banyak peserta menuju ketempat narasumber untuk meminta file untuk instalasi linux (read ISO), ada yang meminta dibuatkan bootable ada juga yang meminta laptopnya di-install-kan linux yang lain.

Event ini diharapkan dapat menarik minat peserta untuk menggunakan produk open source terutama linux dan meninggalkan produk-produk proprietary yang masih sangat banyak digunakan saat ini.

Narasumber juga berpesan kepada para peserta seminar untuk meninggalkan aksi pembajakan pada produk proprietary dan tidak menggunakannya untuk membantu indsutri software di Idonesia.

Rizky Ariestiyansyah menjelaskan open source software di seminar open source, Sabtu (15/6/2013)

Rizky Ariestiyansyah menjelaskan open source software di seminar open source, Sabtu (15/6/2013)

Dikirim oleh: Aji Achmad Mustofa – @micro272

Talkshow Madiun Goes to Open Source

Sebanyak 50 lebih peserta mengikuti Talkshow Madiun Goes to Open Source bersama IGN (Indonesia Goes Open Source yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Informatika Universitas Merdeka (UNMER) Madiun di Gedung Graha Samiarto Laksono UNMER, Sabtu (15/6/2013).

Talkshow dibawakan oleh Bapak Nana Suryana, S.Kom., M.T.sebagai perwakilan dari pengembang IGN dari Pusat Penelitian Informatika LIPI dan dibantu oleh beberapa orang dari tim developer IGN , Radit Putut selaku developer tim artistik, Ibnu Yahya dan Arif Pranoto selaku developer tim IGN SDK dan tim developer lain yang sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai universitas. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa baik dari dalam dan luar UNMER Madiun, Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI), dan masyarakat umum.

Acara talkshow membahas mengenai penggenalan open source secara umum hingga praktek instalasi sistem operasi (OS) open source IGN. Peserta begitu antusias dalam mengikuti talkshow. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh para peserta kepada pembicara yang membawakan materi. Para pembicara juga memberikan jawaban dan penjelasan dengan baik dan jelas agar mudah dipahami oleh peserta. Acara semakin semarak dengan hiburan standup comedy yang disajikan panitia.

Dengan digelarnya acara ini harapannya semakin banyak masyarakat yang menggunakan open source sehingga akan semakin banyak pengembangan yang di lakukan di dunia open source yang bisa membantu indonesia semakin di kenal dunia internasional khususnya dunia open source” tutur pembicara utama, Nana Suryana, S.Kom., M.T.

Bapak Nana Suryana, S. Kom, M.T memberikan penjelasan mengenai open source secara umum (kanan) , Sabtu (15/6/2013)

Bapak Nana Suryana, S. Kom, M.T memberikan penjelasan mengenai open source secara umum (kanan) , Sabtu (15/6/2013)

 

Berita Kiriman: @rizaFP – Riza Fadholi Pasha 2013

Panduan Umum Menjadi Pengguna Linux yang Baik

Memulai Persiapan Migrasi Dari Sistem Operasi Lain

  1. Dua alasan utama untuk bermigrasi ke GNU/Linux adalah : masalah pembajakan perangkat lunak dan efesiensi dana. Anda sudah tahu betapa banyaknya perangkat lunak bajakan beredar di masyarakat (bahkan dianggap sudah biasa, dan anda menggunakan salah satunya), paham mengapa hak ciptaintelektual mesti dihormati, dan perlu efesiensi dana di bidang teknologi (terutama untuk skala korporat), maka anda disarankan mengambil langkah untuk bermigrasi ke GNU/Linux. Jika anda diajak oleh rekan anda untuk menggunakan GNU/Linux, ada baiknya anda memahami filosofi perangkat lunak bebas.
  2. Pahami resiko yang mungkin muncul. Salah satunya dukungan perangkat keras. Meskipun dewasa ini kernel Linux sudah mendukung sangat banyak perangkat keras, ada beberapa yang mungkin masih kurang sempurna, dan bahkan belum didukung sama sekali. Anda bisa mengecek di internet, apakah perangkat keras anda didukung oleh GNU/Linux. Resiko besar lainnya adalah masalah adaptasi.

Memulai Menggunakan GNU/Linux

  1. Pilihlah salah satu distribusi yang paling populer. Distribusi yang populer biasanya mempunyai dukungan, komunitas dan dokumentasi yang lebih baik. Contoh distribusi GNU/Linux (selanjutnya disebut distro) antara lain Debian, Ubuntu, Opensuse, Fedora, Slackware, dan lainnya (bisa dicek di distrowatch.com). Beberapa distribusi sangat ramah pengguna, beberapa yang lain menonjolkan stabilitas dan kadang mengabaikan kemudahan penggunaan
    Contoh distribusi yang ramah pengguna :Ubuntu, Fedora, OpensuseContoh distribusi yang kurang ramah pengguna :Slackware, Arch, GentooDistro yang kurang ramah pengguna biasanya menyediakan kesempatan belajar yang lebih luas karena seringnya pengalaman pengguna bersentuhan dengan perintah shell. Hal ini sebenarnya sangat relatif, tergantung kebutuhan pengguna.

    Jika anda masih bingung, ambil jalan terpendek : pilih distro yang paling banyak dipakai oleh orang-orang di sekitar anda. Dengan demikian, jika anda menemui kesulitan dan lainnya, anda mudah mencari tempat bertumpu.

    Jika sudah mantap dengan distro pilihan, usahakan jangan terlalu sering menggonta-ganti distro. Pilihlah satu dan jadilah seorang ahli dari distro tersebut.

    Hal ini mungkin juga berlaku untuk pemilihan Desktop Environment. Di GNU/Linux ada banyak dan pilihannya lumayan memusingkan pengguna awam. Coba beberapa, adaptasi, pilih salah satu dan cintailah.

  2. Pasang distro pilihan anda di komputer anda. Cari panduan yang tepat di internet, atau mintalah rekan anda memandu langsung jika ragu. Jangan lupa membackup data terlebih dahulu (PENTING). Jika anda merasa belum bisa sepenuhnya meninggalkan Windows/Mac, anda bisa memasang dualboot (dua sistem operasi dalam 1 komputer, bahkan bisa lebih (disebut multiboot))..
  3. Jika anda baru bermigrasi dari sistem operasi lain, mungkin hal pertama yang memenuhi pikiran anda adalah, “Adakah aplikasi alternatif dari aplikasi yang saya gunakan di sistem operasi sebelumnya (windows atau mac)?” Jawabannya adalah, sebagian besar, ada. Alternatif untuk aplikasi umum, seperti aplikasi perkantoran, pemutar multimedia dan banyak lainnya, tersedia di platform GNU/Linux. Anda mungkin akan menemukan betapa berbedanya aplikasi tersebut. Karena ini disebut migrasi, maka adaptasi adalah hal mutlak. :)
  4. Selanjutnya biasakan diri anda sehari-hari menggunakan GNU/Linux. Jika anda sudah terbiasa, familiar dengan sistem GNU/Linux, dan masalah ketergantungan pada aplikasi bajakan teratasi, mungkin anda tidak keberatan untuk beralih ke single boot, dengan begitu hanya ada GNU/Linux di komputer anda (tidak direkomendasikan jika Windows anda original, apalagi jika Mac OS X di perangkat Mac).
  5. Ikuti perkembangan! Teknologi tumbuh dengan cepat, tentunya anda tidak ingin ketinggalan berita mengenai fitur-fitur baru, dan berita lainnya. Anda dapat mengikuti perkembangannya di internet : dari website, mengikuti milis, bergabung di forum, maupun socmed. Secara berkala, anda perlu memperbarui sistem operasi anda, selain untuk memperoleh perbaikan kutu dan fitur baru, juga untuk menutup lubang keamanan yang ditemukan dari versi sebelumnya. Beberapa distro menyediakan notifikasi untuk pembaharuan perangkat lunak.

Jika Anda Menemui Kesulitan

  1. Di internet : Jika sesuatu tidak bekerja dengan baik, atau ada fitur yang dibutuhkan tidak ada, jangan terburu-buru melemparkan pertanyaan ke sebuah forum. pada umumnya, atmosfer forum tanya jawab di Internet berbeda dengan di dunia nyata. Usahakan mencari tahu jawaban/solusi dari permasalah dengan mesin pencari (misal dengan google), jika anda rasa sudah cukup usaha untuk itu, lemparkan pertanyaan ke forum dengan menyertakan detail permasalahan, berikut tindakan yang sudah anda lakukan. Detail ini membantu pengguna lain untuk memahami masalah anda.
  2. Di dunia nyata : anda beruntung jika di sekitar anda ada kelompok/komunitas pengguna GNU/Linux. Ajaklah kopdar (pertemuan secara langsung), berkumpul di suatu tempat. Orang-orang biasanya lebih ramah di dunia nyata ketimbang dunia maya. Jika tidak ada komunitas, kenapa tidak terpikir oleh anda untuk menjadi yang pertama mendirikan komunitas GNU/Linux di tempat anda? :)

Jika Anda (Sudah Menjadi) Seorang Pengguna Mahir

  1. Kontribusi! Jadilah bagian dari kekuatan GNU/Linux dan perangkat lunak bebas. Kontribusi bisa dalam berbagai macam bentuk, antara lain : melaporkan kutu (dengan cara yang benar, usahakan laporkan di upstream)’ menyumbangkan gagasan/ide, dan jika anda seorang pemrogram/perekayasa perangkat lunak : sumbangan kode, patch dan bahkan bergabung sebagai pengembang akan sangat membantu sebuah proyek, di samping hal itu akan mengasah kemampuan anda.
  2. Jika anda punya cukup waktu untuk menelusuri forum-forum, bantulah pengguna lain yang kesulitan dengan masalah mereka. Bantu dengan sopan, jelaskan dengan lugas sesuai tingkat pemahaman. Bagilah ilmu anda.
  3. Jika anda memandang GNU/Linux dan perangkat lunak bebas sebagai filosofi, kampanyekan. Anda harus paham sudut pandang pengguna awam (terutama yang akan bermigrasi dari sistem operasi lain) dan resiko kesalahpahaman maupun poin-poin minus dari GNU/Linux itu sendiri sebelum melakukannya. Ingat, tidak seharusnya anda memaksa pengguna lain untuk menggunakan GNU/Linux, apalagi meninggalkan mereka ketika mereka menemui kesulitan. Tidak perlu menjelekkan sistem operasi lain hanya untuk membujuk orang lain bermigrasi, setiap sistem operasi mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing.
  4. Bangun komunitas! Jika komunitas sudah ada, lebih baik bergabung dan ikut berkontribusi.

DIY… Aplikasi bash imgur.com upload ala snipping tools…

Ga kerasa udah jam 11, udah siang banget, mata mulai redup, sambil ngecek installasi Parallels sebelum ketiduran browsing-browsing liat aplikasi Droplr untuk Linux, hmmm… lucu juga keknya… Install, nyoba bentar…. hiks agak kecewa. Karena liat punya temen (yang pake windos) pas selectionnya normal, giliran di Linux pas selectionnya gelap….

Karena ane juga bukan pengguna Droplr, tapi termasuk orang yang butuh upload-upload skrinsut untuk di share. Kepikiran why not create something like this? Kebetulan punya akun di imgur.com, Tinggal grep sana sini dikit, harusnya sih htmlnya imgur bisa diakalin…. Selain itu aplikasi ini memiliki fitur cropping untuk mempermudah mengambil sebagian dari layar komputer dan menjadikannya sebagai screenshot, seperti layaknya aplikasi snipping tools klo di windos, bukan teknik baru, klo biasa pake Linux teknik screenshot cropping ini mah udah ada dari kapan tau kekeke…

Aplikasi ini sangat sederhana, menggunakan bash script, dependensinya juga dikit, cuman butuh curl, zenity, xclip, scrot, notify-send. Secara umum aplikasi ini dapat berjalan di semua X-mode (GUI) paling ada sedikit penyesuaian (zenity bisa diganti dengan Xdialog atau Kdialog). Kebetulan desktop yang digunakan menggunakan mate, forkingannya gnome.

Ya udah, to the point aja, berikut aplikasi bash scriptnya, jangan terlalu berharap macem-macem soalnya cuman kerjaan iseng ngisi waktu, namanya juga skrip 15 menitan jadi kekeke…

Sebelumnya jangan lupa buat file .cred-imgur di folder home. Isinya kurang lebih seperti ini:

USERNAME=nama_login_imgur
PASSWORD=password_login_imgur

Kemudian buat file skrinsut bisa di letakkan di /usr/bin atau mana aja, yang penting jangan lupa dibikin bisa execute, chmod a+x skrinsut.

#!/bin/bash
#
# Skrinsut v0.1
# The screenshot and imgur upload tools by zrth
#
# Note:
# Create .cred-imgur first, add this two line there:
# USERNAME=namauser
# PASSWORD=passworduser
# Dependencies: curl, zenity, xclip, notify-send
# Don't forget to chmod a+x skrinsut ^^

username=$(cat $HOME/.cred-imgur | grep -E -o "USERNAME=(.)*" | cut -f2 -d'=')
password=$(cat $HOME/.cred-imgur | grep -E -o "PASSWORD=(.)*" | cut -f2 -d'=')
lokasi=~/Desktop/
nama="skrinsut-`date "+%d%m%y%H%M%S"`.png"

function Kirim {
curl -d username=$username -d password=$password -c /tmp/cookie.txt -b /tmp/cookie.txt http://api.imgur.com/2/signin
output=`curl -s --write-out "RESULT:%{http_code}:\n" -F "image=@$lokasi$nama" -H "Expect: " -b /tmp/cookie.txt -c /tmp/cookie.txt http://api.imgur.com/2/account/images`
gambar=$(echo $output | grep -E -o "(.)*" | grep -E -o "http://i.imgur.com/[^<]*")
hapus=$(echo $output | grep -E -o "(.)*" | grep -E -o "http://imgur.com/delete/[^<]*")
rm /tmp/cookie.txt
}

scrot -s $lokasi$nama
if zenity --window-icon=$lokasi$nama --title="Capture Success!" --question --text="Upload to imgur.com?\n$nama"; then
	Kirim $lokasi$nama
	notify-send "Saved" "Location: $lokasi$nama"
	notify-send "Saved" "Link: $gambar\nDelete: $hapus\n"
	echo $gambar | xclip -selection c
else
	notify-send "Saved" "Location: $lokasi$nama"
	echo $lokasi$nama | xclip -selection c
fi

Simple kan? Selamat ber-snipping tools ria…. Tidur dulu ah….

Raksasa Di Belakang GNU/Linux

Kepopuleran GNU/Linux di seluruh dunia sepertinya memiliki sebuah efek buruk, terlupakannya raksasa di belakang GNU/Linux. Kita tahu kepopuleran GNU/Linux adalah karena keberadaannya yang free, (bisa) gratis didapatkan dan terbuka kode sumbernya sehingga bebas digunakan, bebas dimodifikasi, bebas didistribusikan kembali.

Raksasa di belakang GNU/Linux adalah filosofi Free Software-nya. Semangat berbagi kode sumber. Semangat yang dimiliki juga oleh produk Free Software lainnya.

GNU/Linux adalah satu dari sekian produk Komunitas Free Software. Diantara Sistem Operasi Free, ada GNU/Linux, ada BSD, ada ReactOS, ada Android, ada Sphinux, dan lain-lain, GNU/Linux paling populer. Meskipun kernel dan systemnya berbeda, mereka memiliki kesamaan, semangat free software. kode sumber mereka terbuka, tersedia  bebas.

WordPress, Joomla dan Drupal adalah salah tiga contoh CMS yang merupakan produk Free Software. Yang membedakan mereka dengan CMS non-free adalah CMS ini bebas digunakan, bebas dimodifikasi, bebas didistribusikan.
Mereka memiliki semangat yang sama, seperti GNU/Linux. Semangat berbagi.

Dengan semangat berbagi ini, dunia kita berubah.

Dari hari ke hari, produk-produk free software semakin banyak dan membaik kualitasnya. Nyaris menjadi ancaman bagi software non-free, yang mana merupakan hal yang baik :-)

Semangat free software merubah wajah suatu bangsa. Venezuela, mulai melepas ketergantungan akan software non-free dan menghemat anggaran negara mereka. Bangsa-bangsa lain juga mulai membebaskan diri.

Semangat free software membebaskan pengetahuan, ilmu-ilmu yang dulunya susah ditemukan sekarang tersedia secara bebas di internet.

Semangat free software juga mempertemukan saya dengan anda, mengumpulkan kita yang jauh dalam forum bersama atau kopdar, setiap hari kita bisa chatting, membaca status dan berdiskusi. Setiap tahun kita bisa menikmati event nasional ILC atau WordCamp, dimana para fans WordPress bertemu dan berbagi.

Semangat free software juga menyatukan kita, manusia-manusia antah berantah, dalam sebuah proyek bersama. Proyek BlankOn menyatukan para aktivis dari berbagai daerah se-Indonesia.

GNU/Linux, WordPress, BlankOn, ILC, WordCamp, Venezuela mereka memiliki kesamaan, mereka ditopang sang raksasa, semangat free software.

Semangat yang membebaskan.